^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2014-04-13 09:55:18 - UN sebagai Standar Nasional untuk Pemetaan Mutu Sekolah <0> 2014-03-05 09:57:26 - Kemdikbud Luncurkan Aplikasi Data Pokok Pendidikan Menengah (Dapodikmen) <0> 2014-04-13 09:53:30 - Mendikbud: Laksanakan Ujian Nasional Secara Jujur, dan Penuh Dedikasi <0> 2019-06-01 22:30:19 - INFORMASI PPDB SMA 2019 <0> 2019-06-05 07:50:00 - Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H <0>
 

BERITA FOTO

2018-06-05 : Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi 2018

Tim juri provinsi banten dan Dinas Perpusda Tangsel

2018-06-02 : BUKA PUASA BERSAMA

Foto Bersama Anak Yatim Piatu (Santunan)

2015-09-13 : Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Lima Pilar Kebudayaan Lahir Dari Empat Pondasi Negara
Diposting pada: 2014-05-03 10:08:53 | Hits : 767 | Kategori: Pendidikan
 

Pembangunan kebudayaan di Indonesia harus didasari dengan kesadaran bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan sejarah. Karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuat rencana pembangunan kebudayaan ke dalam lima pilar, dengan menjadikan empat pondasi kenegeraan sebagai acuan. 

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti mengatakan, empat pondasi kenegaraan yang dijadikan acuan dalam membangun lima pilar kebudayaan tersebut adalah UUD 1945, NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Karena pondasi itu, pilar apapun yang didirikan di dalam pondasinya tidak berubah," ujar Wiendu di ruang kerjanya, (24/1/2014). 

Wiendu menuturkan, lima pilar dalam pembangunan kebudayaan yaitu Pembangunan Karakter dan Jati Diri, Sejarah dan Warisan Budaya, Diplomasi Budaya, Industri Budaya, dan Sarana dan Prasarana Budaya baik fisik maupun nonfisik. Setiap pilar tersebut memiliki program unggulannya masing-masing. 

Misalnya, jelas Wiendu, untuk pilar Diplomasi Budaya, program unggulannya adalah Rumah Budaya Indonesia yang dibangun di dalam negeri maupun luar negeri. Rencananya, Rumah Budaya Indonesia akan dibangun di Jepang, Cina, Rusia, Amerika, Perancis, dan negara-negara tetangga ASEAN. 

Kemudian untuk pilar Sarana dan Prasarana Budaya, salah satu program unggulannya adalah revitalisasi museum. Revitalisasi museum bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat mengunjungi museum. Wiendu mengatakan, saat ini terdapat 329 museum di seluruh Indonesia, namun belum semuanya memiliki kualitas yang baik. "Museum belum bisa berkompetisi dengan mall atau fasilitas lain," katanya. 

Dalam revitalisasi museum, Kemdikbud juga memberikan bimbingan teknis kepada museum-museum dalam hal pengelolaan SDM, tata koleksi museum, dengan mengajak serta para ahli. Ke depannya, Wiendu menjelaskan, Kemdikbud juga berencana agar Museum Nasional dan Galeri Nasional bisa menjadi alternatif tempat presiden menerima tamu-tamu negara. "Jadi tidak hanya di istana," ucapnya. (Desliana Maulipaksi).

Sumber: http://www.kemdikbud.go.id

 

Posting Lainnya:

« Kembali

MUTIARA HADIST
Apakah Anda Bisa Seperti Ini? :
Dari Abu Hurairah R.a. Berkata: Rasulullah Saw Bersabda, "Ada Seseorang Yang Biasa Menghutangkan Kepada Orang-orang, Maka Jika Ia Menyuruh Menagih Kepada Pesuruhnya, Ia Selalu Berpesan, 'Jika Kamu Mendapati Orang Itu Masih Belum Dapat Membayar, Maka Maafkanlah Dia, Semoga Allah Memaafkan Kami Kelak.' Maka Ketika Ia Berhadapan Dengan Allah, Allah Memaafkannya."